Newest Post

Archive for Januari 2017


                                                              Mang Koko
                                                        oleh euis permata

Pada suatu hari di sebuah kota terdapat rumah yang sangat mewah. Di rumah itu terdapat 3 anggota keluarga diantaranya ayah,ibu , dan anak. Anak itu bernama Rosalinda. Panggil saja Ros.
Ros memiliki sifat yang angkuh ,so kaya , so cantik, pokoknya orang nya tuh so deh.
  Beda sama tetangganya Dina. Dina itu walaupun orang  nya sederhana tapi dia baik , lemah lembut, pinter ,  pokoknya asik deh buat diajak temenan.
Ros dan Dina merupakan siswa kelas 6 di SDN Sindang Palay. Namun mereka tidak akrab selayaknya teman sekelas
Hari ini hari yang sangat cerah. Ros berangkat ke  sekolah dengan mobil yang sangat mewah. Ketika Ros sampai di sekolah  Ros pun berjalan menuju gerbang dan bertemu dengan Dina yang sedang menuju kelas.
Ros berkata“ Ehm..ehm… duh pagi pagi udah ketemu sama orang jelek, miskin,bau,, uhh,,,,,,,ga level deh “
Dina pun menjawab“ eh ada kamu Ros.. mau bareng ke kelasnya?”
Ros menjawab“ Ga yah,, makasih,, saya bias sendiri. Lagian ngapain saya bareng sama orang kaya kamu.Udah ah saya duluan aja. Tapi....... Inget yah kamu harus 5 meter di belakang saya.Pokoknyaaa,,, jangan deket deket"
Mendengar jawaban Ros, Dina hanya tersenyum dan berkata “ Yaudah ... silahkan Ros kamu duluan “
Ketika Ros pergi,Lalu Mela menghampiri Dina.
Mela berkata“ Loh Din… kamu ko diem aja sih di kata-katain gitu sama Ros.
Harusnya orang kaya gitu kamu lawan dong. “
Dina tersenyum dan menjawab “ hmm… udah ga apa apa ko. Kejahatan itu ga harus di balas dengan kejahatan. Tapi , Kita  cukup sabar aja karena semuanya pasti ada hikmahnya “
Mela pun menjawab“ tapi………”
Dina berkata “ udah ah… yu kita ke kelas aja, nanti keburu bel”
  Akhirnya Dina dan Mela pun menuju kelas . Ketika di kelas .. bel berbunyi dan Bu Guru pun masuk ke kelas. Semuanya mengucapkan salam yang dipimpin oleh KM dan juga pengabsenan oleh Ibu Guru.
Setelah itu Bu Guru bercakap cakap dengan murid muridnya .
“ Selamat pagi anak-anak “
“ Pagi Bu “
“Gimana persiapan ujian praktek untuk minggu depan?Apa kalian sudah siap?”
“ Yang Lagu Tanah Sunda ciptaan Mang Koko? Belum siap bu”
“Loh kenapa?Apa ada kesulitan?”
“Iya bu... Cara nyanyi nya bu...suka lupa-lupa ingat Bu. Kadang suka ada  yang kebalik balik lagamnya bu . Apa ibu bisa contoh kan sekali lagi bu “
“ iya baik ibu akan mencontohkan satu kali lag .Tapi kalian harus dengerin baik-baik yah “
“Iya Bu Guru...”
Tanah Sunda… GemahRipah..
Nu ngumbara suka betah
Urang sunda sing toweksa
Nyangga darma anu nyata
Ros pun berdiri dan berkata“ stop- stop bu…. duhhh… ibu …..  kenapa sih harus ujian lagu ini. Kan ga keren bu.  Kerenan juga lagu- lagu bahasa inggris bu seperti I am yours, super girl, Right here waiting..pokoknya pada keren bu bahasa inggrisnya “
“Loh.....memangnya kenapa dengan lagu tanah sunda  ini .Lagu sunda juga ga kalah kerennya sama lagu yang pake bahasa inggris  .Harusnya kamu bangga loh.Apalagi lagu tanah sunda itu berasal dari Indihiang ciptaan Mang  Koko. Jangan sampe deh kita melupakan karya-karya dari beliau .Kamu sendiri  orang Indihiang kan ?”
“Iya Bu saya orang Indihiang. Tapi bu ...Mang Koko itu siapa ?Setahu saya .. Itu kan bukannya jalan yang di depan sekolah kita kan bu? ”
“iya kamu benar.. Mang Koko itu jalan yang di depan sekolah kita. Tapi sebenarnya  Mang Koko itu adalah seseorang yang memasrahkan jiwa dan raga demi  kelestarian seni,khususnya seni sunda. Banyak sekali karya beliau yang patut kita contoh, apalagi kan di zaman globalisasi ini banyak sekali budaya asing  yang masuk ke Indonesia kan?”
“Berarti bu saya ini terpengaruh sama budaya asing yah bu. Jadi gimana dong bu ?apa saya salah yah menyukai lagu-lagu barat?”
“Engga ko. Kamu ga salah . Justru mempelajari lagu barat itu baik untuk membantu kamu dalam memudahkan mempelajari bahasa inggris .Namun kamu harus tau kalau Indonesia juga punya banyak sekali budaya yang  harus dilestarikan.Bisa dilihat dari bahasa, adat istiadat, lagu daerah ,dll. Oleh karena itu ,alangkah baiknya kalo  kamu bisa lebih antusias terhadap ragam budaya yang ada di Indonesia dulu”
“Oh.. begitu bu.. Iya bu saya mengerti,  saya akan mencoba untuk mempelajari lagu tanah sunda ini bu. Sebagai wujud cinta saya terhadap tanah air”
“ iya dong harus,, apalagi ujian ini menentukan kelulusan kamu “
“ iya bu saya mengerti”
Setelah itu bel pun berbunyi… Semua siswa pulang ke rumahnya masing-masing.
Ketika sampai di rumah ,Ros mulai bingung dan mondar mandir di kamarnya.
“Duh…saya mau coba belajar lagu tadi ah ….Hmmm tanah sundaaaaaa……tanah sunda .. tanaaahhh sunda.... ih gimana sih lagamnya …  duh mana mepet lagi waktunya.. harus belajar kesiapa coba ?  hmmmmmm….Apa harus minta bantuan Dina ?hmmm….Tapi kan ,,, hmm.. Yaudahlah ….kepaksa”
Akhirnya Ros pun ganti pakaian dan pergi ke rumah Dina.
Toktoktok  …..toktoktok…..
“ duh..ngapain sih aku jadi kesini . Gengsi banget… ah pulang lagi aja deh, mumpun Dina belum keluar “
Tiba-tiba saat Ros mau pergi. Dina pun keluar dari rumahnya.
“Ross…….. “
“eh,,,, hmmm”
“Ada apa Ros.. Kamu yang mengetuk pintu kan?”
“Apa sih ,,tadi ga iseng aja ko”
“Ah.. ga usah bohong Ros. Katakan saja”
“Aku….. hmmmm”
“Aku apa? Kamu butuh sesuatu “
“Aku sebenernya mau minta diajarin lagu tanah sunda buat ujian praktek minggu depan”
“oh… iya ayo masuk … aku pasti ajarin kamu ko “
“Hahh??? apaaaa? Kamu serius ?Kamu baik banget sih . Padahal kan aku sering musuhin kamu Din. Tapi kamu masih mau bantuin aku . Aku jadi malu sama semua sikap sikap aku ke kamu”
“ iya udah ga apa-apa. Aku ga pernah nganggap kamu musuh ko.  Lagian kan kita sebagai makhluk hidup harus saling tolong menolong .Udah yu masuk “
“iya Din ..makasih yah..”
“Iya sama sama Ros”
Lalu mereka pun belajar bersama . Dina dan Ros pun menjadi teman yang akrab sejak saat itu .
Saat ujian praktek tiba , berkat kerja keras dan usaha mereka. Semuanya berjalan dengan lancar. Dina dan Rosalinda mendapat nilai yang sangat memuaskan .
Amanat dari cerita ini :
Kita selaku manusia harus memiliki kesabaran dalam menghadapi berbagai masalah karena di balik sebuah masalah pasti ada hikmah   yang tersirat.
 Jika ada orang yang jahat terhadap kita , maka jangan pernah kotori hati dan jiwa kita untuk membalas dendam atau menyimpan kebencian ,amarah dan sakit hati . Tapi kita ikhlaskan semuanya kepada Alloh SWT.
Kita sebagai generasi penerus bangsa , harus senantiasa melestarikan budaya yang ada di Indonesia sebagai bukti rasa cinta kita terhadap tanah air
Kita tidak boleh sombong terhadap apa yang kita miliki, karena setiap  orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing , Sehingga hal itu harus dijadikan acuan untuk saling melengkapi.
Kita harus saling tolong menolong karena kita merupakan makhluk social  yang tidak bisa hidup sendiri.
Jika kita ingin mendapat kan hasil yang maksimal, maka pengorbanannya pun harus maksimal. Dengan kata lain, pantang menyerah dan berusaha adalah kunci kesuksesan.
Jika kita punya kemauan disitu ada jalan
“ IF THERE IS A WILL, THERE IS A WAY”

Cerpen guys

Rabu, 18 Januari 2017
Posted by euis permata

Apa yang Salah dengan Matematika?
Euis Permata
Universitas Perjuangan Tasikmalaya
            Bukan hal yang aneh jika anggapan setiap orang bahwa matematika itu hal yang sangat menyeramkan. Padahal sejak dini, seorang anak diberikan stimulus mengenai matematika dengan cara berhitung atau menyebutkan angka. Matematika tidak sulit, namun yang harus diperbaiki yaitu cara mengubah mindset negatif ke pola pikir yang positif. Pernahkah seseorang berpikir bahwa “ Pikiranmu Penentu Kesuksesanmu?” beranilah menantang suatu rintangan dengan tidak menanamkan rasa putus asa dalam diri.
            Sekolah Dasar tempat utama segala ilmu ditanamkan pada anak. Guru-guru di sekolah dasar itu hebat, mereka yang pertama kali menanamkan karakter-karakter dan ilmu ilmu yang berguna bagi anak didiknya. Sehingga perlu adanya peningkatan kreativitas-kreativitas guru yang dapat memacu prestasi-prestasi siswa di sekolah dasar.
      
            Penulis melakukan observasi di SDN Panyingkiran Tasikmalaya (28/12/2016) ternyata  siswa SD memerlukan bimbingan guru dalam pengerjaan matematika karena siswa belum bisa berpikir secara abstrak dan membuat konsep berdasarkan pemikirannya sendiri.  Seperti yang dikatakan Nina Rosmariana bahwa “ Setelah melakukan perbandingan pengajaran ternyata kurikulum 2013 dirasakan tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki anak serta adanya kesulitan tersendiri bagi guru. Guru-guru dituntut harus bisa menggunakan teknologi, padahal ada sebagian besar yang belum lancar dalam penggunaan teknologi sehingga menghambat proses pembelajaran. Pembelajaran berfokus pada siswa sehingga siswa dituntut harus berperan aktif sendiri dalam pembelajaran dan memecahkan persoalannya sendiri. Sedangkan di kelas IV ini, ketika guru memberikan penjelasan pada siswa. Siswa masih saja ada yang tidak paham. Apalagi jika guru tidak menjelaskan materi terlebih dahulu. Pasti siswa akan semakin kesulitan belajar. Oleh karena itu, menurutnya lebih baik kurikulum KTSP tetap dilanjutkan karena 75% guru harus membimbing siswa apalagi di mata pelajaran matematika yang membutuhkan bimbingan lebih banyak”.
            Pada siswa SD kelas rendah diperkenalkan materi-materi berupa penjumlahan,  pengurangan,  perkalian,  pembagian bilangan cacah,  bangun datar,  serta pengenalan pecahan.  Hal tersebut diberikan secara berurutan dari tingkat kesulitannya rendah ke tingkat kesulitan tinggi sesuai kurikulum yang dibuat oleh pemerintah.
            Kemampuan setiap siswa berbeda sehingga berbagai sudut pandang muncul misalnya siswa menyukai matematika sebagai hobby dan siswa menganggap bahwa matematika rumit,mengesalkan,membosankan. Karena matematika membutuhkan banyak latihan dan jika siswa sudah tidak mengerti rumus dalam mengerjakan soal maka membuat seseorang kebingungan,putus asa,  serta tidak bisa melanjutkan ke soal berikutnya. Mengapa demikian? Padahal dengan cara pengajaran guru yang menarik. Matematika dapat menjadi suatu hal yang menyenangkan dan menggemaskan misalnya pembelajaran formal secara langsung di kelas dalam bentuk nyanyian,  yel-yel, permainan, maupun dengan benda-benda konkret. Guru dapat menyiapkan alat peraga kertas yang diberi angka dan ditempel pada lantai. Guru dapat mengajak siswa untuk berhitung misalnya 7-2 =.... Maka anak akan maju 7 langkah  dan akan mundur 2 langkah sehingga anak membaca dia ada di angka no berapa. Ternyata dia berada pada angka nomer 5. Begitu pula seterusnya, sehingga anak terlibat aktif, mudah mengerti materi pembelajaran secara tidak langsung, dan senang dalam kegiatan belajar mengajar.
            Matematika tidak menuntut harus menggunakan rumus yang sudah ada, tapi berbagai sudut pandang pun bisa menghasilkan nilai yang sama kan. Misalnya:
20 + 0 = 20, 100 : 5 = 20, 20 x 1 = 20, 22-2 = 20
            Ketika anak sudah kesulitan dalam mengerjakan soal, guru juga tidak boleh mengucapkan kata kata “ bodoh”  pada siswa.  Karena hal ini dapat menyebabkan kegagalan dan rendahnya perkembangan minat siswa pada pelajaran matematika. Sebaliknya ketika siswa menunjukan hasil belajar yang baik. Maka sebagai seorang guru harus memberikan penguatan. Penguatan bisa berupa reward bintang, nilai tambahan, atau memberikannya pujian berupa kata-kata seperti “hebat”, “pintar’, “tingkatkan lagi belajarnya ya nak” dan sebagainya. Hal ini dapat menambah semangat siswa karena merasa gurunya menanamkan kepercayaan yang lebih kepadanya.
            Oleh karena itu,   pembelajaran matematika di Sekolah Dasar Kelas Rendah sangat penting disampaikan dengan baik, dalam menunjang pembelajaran matematika yang lebih kompleks di jenjang sekolah yang lebih tinggi.

essay

Posted by euis permata


PERAN GURU DALAM PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN
BAHASA SISWA DI SEKOLAH DASAR
( EUIS PERMATA )
  ABSTRACT
Professional teachers can guide students to develop their potential to be better than the various aspects of life. One of them is the ability to speak, it affects the ability to think in learning. Communication between teachers and students can be one of the important assets in the realization of flexible learning, active, and conducive. Student learning outcomes realized in the form of quantitative data and qualitative data so that the effect on student success in learning. Success guiding learners in terms of intellectual and emotional encourage students to raise the curiosity, creativity, and be able to fix all the mistakes.
( Guru profesional dapat membimbing siswa agar mengembangkan potensinya menjadi lebih baik dari berbagai aspek kehidupan. Salah satunya kemampuan berbahasa, hal ini berpengaruh terhadap kemampuan berpikir seseorang dalam pembelajaran. Komunikasi antara guru dan siswa dapat menjadi salah satu aset penting dalam terwujudnya pembelajaran yang fleksibel, aktif, dan kondusif. Hasil belajar siswa diwujudkan dalam bentuk data kuantitatif dan data kualitatif sehingga berpengaruh pada keberhasilan siswa dalam belajar. Keberhasilan membimbing peserta didik dari segi intelektual dan emosional mendorong siswa untuk meningkatkan rasa ingin tahu, berkreativitas, dan dapat memperbaiki semua kesalahannya ).
Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berhubungan, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain dan meningkatkan kemampuan intelektual. Mata pelajaran bahasa merupakan program untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap positif dalam berbahasa. Guru sebagai pelaksana pengajaran bahasa harus memiliki kompetensi yang memadai. Untuk itu, guru menjadi faktor penentu dalam pembelajaran bahasa.
Pembelajaran bahasa dapat menggunakan benda - benda konkret di sekitar siswa. Pembelajaran bahasa disampaikan guru melalui panca indra yaitu penglihatan, pembauan, pendengaran, peraba, dan pengecap. Hal ini bertujuan untuk mempermudah siswa dalam menerima pembelajaran. Seorang guru merupakan teladan bagi peserta didiknya. Dia harus memiliki kesabaran dalam mendidik siswa dan dapat mengembangkan potensi siswa untuk menjadi lebih baik dari berbagai aspek kehidupan.

Guru harus menguasai kondisi kelas sehingga tercipta suasana yang menyenangkan. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai macam metode menarik agar anak antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.  Metode itu dapat berupa ceramah, diskusi, presentasi, games, dan lain-lain. Komunikasi antara guru dan siswa dapat menjadi salah satu aset penting dalam terwujudnya pembelajaran yang fleksibel, aktif, dan kondusif.
Bahasa memiliki makna dan disusun secara sistematis. Menurut pendapat Dyson bahwa perkembangan berbicara pada individu dapat menyesuaikan dengan keinginannya sendiri. Belajar berbahasa itu memerlukan latihan dan perubahan secara bertahap. Hal ini tidak mudah dan tidak sulit tetapi membutuhkan adanya kebiasaan. Belajar bahasa perlu latihan khusus. Hal tersebut bisa dilakukan di sekolah dengan bimbingan guru profesional dengan memberikan pembelajaran berupa pengalaman kepada siswa.
Belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi terdapat unsur – unsur berpengaruh dalam komunikasi antara lain skemata, kebahasaan, strategi produktif, mekanisme psikofisik, dan konteks unsur – unsur tersebut perlu dipertimbangkan dalam merumuskan area isi pengajaran bahasa. Guru sebagai perumus dipandang berhasil apabila area isi pengajaran bahasa berisikan unsur – unsur berpengaruh dalam komunikasi.
Unsur – unsur tersebut memiliki keterkaitan dan keterikatan serta tidak dapat dipisahkan. Hal ini tidak sempurna jika tidak ada salah satunya. Sehingga harus ada komunikasi antara unsur – unsur tersebut dengan adanya interaksi dalam aktivitas, ruang dan waktu. Guru harus berkomunikasi dengan anak untuk menguji kemampuan individu dalam keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa dapat berupa keterampilan membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis. Misalnya seorang anak membaca sebuah buku dongeng sehingga anak terlatih dan terampil dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Keberhasilan dalam membimbing peserta didik yaitu dari segi intelektual dan emosional. Hal tersebut mendorong siswa untuk meningkatkan rasa ingin tahu, berkreativitas, dan dapat memperbaiki semua kesalahannya. Siswa dinilai oleh seorang guru yang berkompeten terhadap tugasnya sehingga tidak adanya diskriminasi terhadap suatu penilaian. 
Setiap anak berlomba - lomba menggunakan kesempatan untuk mendapatkan nilai yang baik. Sebagai seorang guru harus mengarahkan dan memberi reward kepada anak agar anak termotivasi untuk belajar lebih giat lagi. Hasil belajar dapat terlihat dari perubahan sikap dan  tingkah laku siswa, serta diakhiri dengan suatu evaluasi. Hasil belajar tuntas jika memenuhi kriteria ketuntasan minimum dalam semua mata pelajaran. Selain itu, mereka harus memiliki skill sehingga dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari – hari dan bermanfaat bagi orang lain.
Hasil belajar merupakan uraian untuk menjawab pertanyaan apa yang harus diketahui, dipahami, dan dikerjakan oleh siswa. Hasil belajar tersebut dapat diperoleh melalui serangkaian kegiatan penilaian sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan pembelajaran. Hasil belajar dapat diwujudkan dalam bentuk data kuantitatif dan data kualitatif. Guru dapat menggunakan data tersebut untuk membuat keputusan perihal keberhasilan dan ketidakberhasilan siswa dalam belajar.
Demikian uraian ini disajikan!

artikel

Posted by euis permata



KELOMPOK A

Pembuat Naskah    :       1. Euis Permata

                           2. Ai Eliska

Penata musik       :      1. Arini Ainaki Nur Dinaqi

                           2. Nisa Rafa

                           3. Silvi Aryanti

                           4. Tatan Rostandi

Sutradara          :      Fithri Pranata

Dokumentasi        :      Gian Andika Pratama

Narator            :      Helmiyatul Halimah

Pemain                     :      1. Aji Permana sebagai Yoyo

2. Solehudin sebagai Dimas

3. Aditia Alpan sebagai Reza

4. Dena Yulandari sebagai Diana

5. Dini Anis sebagai Rini

6. Juliani Setia sebagai Siti

7. Dewi Kartini sebagai Odah

8. Nida Khofiya sebagai Nénéng

9. Ninda Agristina sebagai Raisa

10. Ika Mustika sebagai Ida

11. Resi Apriani sebagai Kokom

Tema               :      Persahabatan

Judul               :      Versus



Versus
          Di lembur na tutugan gunung aya 2 kelompok masyarakat anu teu bisa akur nyaéta Kampung Cihangseur jeung Kampung Sukamiskin.Didinya tanahna ngémploh héjo ku dangdaunan, tatangkalan ngajalajar, pasiup pasawahan anu upluk-ngaplak, walungan caina ngocor, saningrang hérang, pasiup éndahna alam priangan, harita wanci pecat sawed barudak ulin diburuan...........
Yoyo   :” kamarana barudak téh ? (bari leuleumpangan nulak cangkéng bangun     nu bingung) jaleuleu.............. kamarana ieu téh ? Jaleuleu.......... “
Kokom          : “ ja........ aya naon ieu téh euy ? “ ( bari lumpat nyampeurkeun si Yoyo )
Yoyo   : “ tah geuning, kadieu Kom! urang ulin yu ah.. kamarana batur cing gerowan deui ! “
Kokom          : “ jaleuleu............. ”
Ida    :” ja............... hey barudak jadi euy rék ngadu pangal teh? “
Yoyo   :  “hayu waé urang mah, méh ramé sok atuh gerowan heula batur ! “
Ida    : “ jaaaaaaaaleuleuuuu.............. “ ( sorana datar )
Yoyo   : “ yééééé.. lain kitu, kieu yeuh jaaaaleuleu............ ( sorana siga béncong )
Kokom          : “ haling ku urang ! manéh mah teu baleg pisan, Jaleuleu............. “
Odah  : “ jaaaa...... “ ( lumpat nyampeurkeun barudak )
Kokom          : “ tah ayeunamah geus ngarumpul, yu ahhh wang ulin ! “
Odah  : “ hayu, tapi rék ulin naon??? “
Ida    : “ ngadu pangal ahh.... “
Yoyo   :  “ Embung ah urang mah hayang ucing sumput “
Odah  : Heueuh urang ge sarua hayang ucing sumput “
Kokom          : “ sarua Dah urang gé hayang ucing sumput “
Ida    : “Embung atuh da urang mah hayang ngadu pangal ”
(Geus kitu torojol datang Siti)
Siti    : “Barudak kéla ...Ngiluan atuh euy urang “ (sabari lumpat )
Yoyo : “ Hayu hayu , tapi ieu téh aya dua kaulinan nu hayang dipaénkeun .
          Kumaha atuh? ”
Siti : “Naon waé kitu ?”
Yoyo : “ Ucing sumput jeung ngadu pangal ”
Siti : “Urang mah hayang ucing sumput”
Ida: “ heueuh atuh lah , sok atuh kusabab anu hayang maén ucing sumput lobaan ,urang gé miluan ucing sumput wé ! “
Yoyo : “ Sok lah ,, hayu atuh urang mimitian” (Bari ngasongkeun leungeun)
(Sabot maranéhna rék ngamimitian maén , si Yoyo ujug-ujug pupunduran ka tukang)
Kokom          : ( bari miceun beungeut ngabalieur ka tukang), “ kacida hah.... saha ieu nu hitut?? kawas nu geus ngadahar endog buruk waé, mani bauuu “ ( nada sinis) .
Yoyo   : “ heueuh mani bau, manéh nya Sit ? “
Siti    : “ naon ari manéh sok gagabah ngomong téh.... “
Yoyo   : “heueuh atuh hampura, da biasa na gé manéh pan nu hitutna sok bau endog     buruk mah, “ (bari sura-seuri tama éra).
Siti    : “ Tong sok suudzon aya buktina euweuh ngomong téh ?”
Ida    : “ Eunggeus lah répéhhaling ku urang wang buktikeun ! "
Tat tit tut daun sampeu
Saha nu hitut eta nu ngambeu
Dibawa ka saung butut
Ari balik pak celetut
 ( leungeunna nunyuk si Yoyo)
Ida    : “ manéh Yo ????? “ ( bari seuseurian ngalédék si Yoyo)
Yoyo   : “ naon da lain urang.... “
Siti    : “ Ngaku wé atuh Yo, ulah kalah nuduh ka urang  
( seuseurian ngalédék si Yoyo )
Yoyo   : “ pék wé ahh.. kumaha manéh, da urang mah teu hitut..bieu mah urang heureuy “
Barudak: (seuseurian), ” ahahaaaaaaaaa.... si Yoyo hituuuut, si Yoyo hituuuut.... “
Kokom: “ enggeus ahh!, karunya si Yoyo mani geus beureum kitu beungeutna,,”
Yoyo   : “ Heueuh atuh hampura , émang enya da urang nu hitut mah “ (bari tungkul)
Siti    : “ Eunggeus lah hayu urang mimitian ulin wé ! “
Odah : “Heueuh hayu ah.. eh saacan bubar maén endog-endogan heula yu ”
Kokom : “Hayu hayu hayu”
Endog endogan peupeus hiji pepeus kabeh prék..
Endog endogan peupeus hiji pepeus kabeh prék
Goléang goléang mata sapi bolotot
Barudak : (barudak saleuseurian) hahaha
Geus maén endog endogan, maranéhna ngamimitian ulin.
Siti    : “sok ah mimitian ! “ ( bari ngasongkeun dampal leungeun)
Cingciripit tulang bajing kacapit
Kacapit ku............
Nénéng: “barudaaaakkkk... dagoan ! urang rék miluan, “ ( bari lumpat  nyampeurkeun   kelompok ucing sumput )
Dadah : “sok, buru atuh ! “
Nénéng:  “kéla atuh.. ari manéh sok ngarurusuh, puguh erok urang téh gejed “ (ujug- ujug labuh )
Yoyo   : “Ari manéh ulin mamaké anérok, maké calana ulin mah ! “(nada sinis)
Nénéng: “ baé wé kumaha urang, masbuloh....” ( nada sinis)
Siti    : “enggeus-enggeus, hayu ahh wang mimitian deui ! “ ( bari ngasongkeun dampal leungeun ).

Cingciripit tulang bajing kacapit
Kacapit ku bulu paré, bulu paré saseukeutna
Jol pa Dalang mawa wayang jrej jrek nong
         
Sabot maranéhna keur uplek ulin ,ujug ujug....
Raisa  : (keur popotoan ngagaya,teu kahaja ngadupak anu keur ngadu ucing sumput) “OMG hellowww... apa apaan sih? "
Yoyo   : “ Ari manéh leumpang téh teu neuleu (bari nangtung nulak cangkeng)"
Raisa  : “Ooppsss.. ( bari nutupan biwir) ...Ih tempo geura mani arupay nya
(bari ngaharewos ka baladna)”
(Lagu kamseupay jeung lagu sisindiran sunda)
Nénéng: “ Geus Yo lah , tong paraséa waééra”
Reza  : “ihh stopp... hentikan... pusing pala barbie ( bari kalakuanna gemulai) "
Raisa  : “ Ih.. ari manéh naha kalah ngabéla si kamseupay? "
 ( bari ngajangilek ka si Reza) "
Reza : “ Ih lain ngabéla , teu level boga urusan jeung urang kampungan mah, yu ah balik "
Ida    :” Kéla – kéla ,, naon maksudna manéh ngomong ka urang kampungan ? Ari manéh urang mana atuh ?
Reza  : “ Urang kota lah “
Raisa  : “ Heup... bukakeun heula payungna”
Reza  : ( muka payung) “Silahkan tuan puteri”
Kokom          : “ Euleuh deuleu éta kalahkah mukakeun payung “
Rini    : “ aya naon Sa? "(nada lembut)
Si Raisa nyaritakeun ka babaturanana yén manéhna teu ngeunah haté ku urang Sukamiskin.
Rini    : “Oh kitu.....Kalem Sa urang gé loba balad kénéh ( Si Rini niup piriwit ngagerowan baladna) “
(Datang Dimas jeung Diana )
          Sabot maranéhna geus rada deukeut ka nu ngarumpul. Maranéhna kalahkah gagayaan popotoan.
Odah : “ Ih..ih .. naon itu nu buburicakan jiga kilat "
Yoyo :” Geus répéh répéh éra kadéngé batur "
Reza : “ Tuh kan bener upay ceuk urang gé”
Rini : “ Ngaranna gé atuh urang kampung . Maklum we atuh "
( Ku sabab si Odah keukeuh hayang apal anu buburicakan éta naon, si odah ngadeukeutan Diana jeung Dimas anu keur popotoan di tukang. Si Odah beuki reuwaseun sabab ningali éta kamérana pak burinyai)
Odah : “Astagfirulloh.......... "
Dimas : “ Euleuh ..ieu saha ieu... "
Rini    : “ (nyampeurkeun Dimas jeung Diana)  Maju mundur cantik ..cantik..
Diana : "Ihh ari eneng saha "
Odah : “ Tepangkeun wasta abdi teh Odah Murkodah”( Bari nyodorkeun leungeun ka Diana) "
          Ujug –ujug datang Si Raisa nepak leungeun Si Odah (bring urang Sukamiskin nyampeurkeun si Raisa)
Raisa  : “ Ih.. nanaonan sih kenalan jeung si eta , ga level "
Odah : “ Emangna abi téh kunaon? "
Raisa  : “ Masih nanya kénéh ? Cing atuh manéh téh nyadar diri kalakuan sakitu katrona gé ,,, saruana jeung kampungna teu level “
Odah  : “ Ulah nyanyandak nami kampung atuh neng “
Raisa  : “ Emang kunaon ? Kasinggung ? Teu kudu mangkir deui lah da Kampung Cihangseur jeung Kampung Sukamiskin mah moal bisa salevel nepi keun ka iraha gé.. Jauh pisan coy ”
Rini    : “Yeuh nya,,,, buktina bieu pan di Kampung manéh nanaonan arulin ucing ucingansagala . Hari gini ?? Kampung urang mah nya geus tara ulin nu kitu. Game gé geus loba aya dina HP ,, babari dibabawa kamana-mana .. Modern gitu loh "
Dimas : “ Eunggeus Rin ulah sok manjangan pimasalaheun éra ku batur ! “
Diana : “ Lah.... ulah sok ngabéla waé batur geura Dim !” ( bari nyurungkeun Si Odah)
Dimas : ( Nyanggap Odah )
Yoyo   : “ Nanaonan manéh téh ? “
Diana : “ Emang kunaon? Masalah ? “ ( bari nulak cangkéng )
Yoyo   : “ Heueuh masalah ,, maranéh téh geus ngarendahkeun Kampung urang . Balaga pisan ,,,barisa naon maranéh téh sok lah buktikeun !” ( Si Yoyo nantang Kampung Cihangseur )
Reza  : “OK Satuju .. sok lah Sa manéh Sa "
Raisa  : “ Naha urang ? maranéh wé atuh “
Rini    : “ Geus lah hayu babarengan .. moal éléh ieuh"
Diana : “ Nya heueuh hayu"
          Ahirna kelompok urang Cihangseur nunjukeun kamampuannana yen manehna bisa dance.
          Sanggeus urang Kampung Cihangseur nunjukeun dance . Urang Sukamiskin  nunjukeun kaulinan tradisionalna nyaéta Caca burangé. Nu jadi ucing, kudu tapak deku (sujud) tonggongna dipake tempat ku pamaén séjén keur ngalaksanakeun kaulinanna. Carana, batu leutik dikurilingkeun bari nembang, laguna kieu

                   caca burange burange tali gobang,
                   gobang pancarange anak gajah tulalean
                   Jing gojing léwé léwé
                   Jing gojing léwé léwé

Raisa  : “ Hih naon nu kitu teu rame. Naon alusna ( bari sinis ) "
Siti    : “ Atuh teteh sok cobaan heula. Hayu ngiringan ! "
Raisa  : “ Ah embung teuing ngiluan nu kitu "
Dimas : “ Hayu Sa .. sugan we rame "
Raisa  : “ Tapi ..... "
          Ahirna Raisa dibetot ku Dimas sina ngiluan Caca burange. Reza,Rini,Diana ,Dimas , jeung Raisa arulin jeung urang kampung.
Reza : “ Ih ,,, geuning ramé nya.. "
Raisa  : “ Enya euy ramé ogé geuning”
Yoyo   : “ Tuh kan ceuk urang gé rame"
Raisa  : hmm.... enya atuh enya .. hampura nya .. urang kabéhan geus nyapélékeun maranéh"
Yoyo   : “ Muhun sip lah , ngan ulah kitu deui nya "
Raisa  : “enya moal kitu kitu deui"
Dimas : “Tah kitu atuh . Matak gé engké deui mah lamun acan apal kanyataan nu sabenerna mah ulah nyangka nu teu pararuguh.
Ahirna kelompok urang kampung jeung urang kota alakur tuluy silih hahampuraan.
Amanat :
1.     Jadi jelema téh ulah nyangka ka batur nu teu pararuguh saacan aya buktina
2.    Sanajan jaman ayeuna nyaéta jaman modern nu ngarobah barudak jadi indepénden.
 Tapi urang téh salaku urang sunda  kudu ngusahakeun bisa mikanyaah jeung miara kaulinan tradisional, ulah nepikeun ka éléh ku kaulinan nu modern. Sabab kaulinan tradisional leuwih ramé nyaéta  ngajarkeun budak hirup sauyunan jeung loba pangalamannana .

naskah drama

Posted by euis permata

// Copyright © Euis Permata //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //